Tanah

Aktivitas manusia sudah meningkatkan erosi tanah di masa lalu

Photo by Jan Kroon from Pexels

Tanah merupakan dasar dari hampir setiap proses biologis di Bumi. Penuaan dan erosi tanah sebagian besar dikendalikan oleh pemaksaan iklim dan tektonik. Untuk periode tertentu aktivitas manusia merupakan pendorong utama erosi tanah. Namun, awal, dan sejauh mana campur tangan manusia terhadap erosi tanah secara keseluruhan masih belum jelas.

Para peneliti dari INRA dan Max Planck Institute mempelajari 651 arsip sedimen danau, menggunakan basis data unsur radio dan serbuk sari, untuk menggambarkan dan menganalisis dinamika vegetasi dalam interaksi dengan evolusi transfer materi melalui erosi DAS. Hasilnya jelas menunjukkan percepatan pada skala global transfer material di DAS 4.000 tahun yang lalu. Akselerasi ini disebabkan oleh kegiatan antropogenik – dibuktikan dengan pengurangan tutupan hutan selama periode tersebut – Pembukaan lanskap tersebut mungkin telah meningkatkan erosi tanah jauh sebelum industrialisasi selama tiga abad terakhir. Mereka memperkirakan umur lapisan sedimen danau dan laju akumulasi sedimen (SAR) menggunakan penanggalan karbon-14. Sangat menarik untuk dicatat bahwa 35% dari lokasi yang diteliti menunjukkan peningkatan tingkat akumulasi sedimen sekitar 4000 tahun yang lalu, yang juga bertepatan dengan pengurangan fraksi pohon yang ada dalam catatan serbuk sari. Penurunan fraksi serbuk sari pohon mencerminkan perubahan tutupan vegetasi, khususnya pembukaan lahan yang terkait dengan pertanian dan kolonisasi, yang dapat mengekspos tanah, dan memicu degradasi tanah serta erosi hujan.

Perubahan SAR di tingkat regional berhubungan dengan perkembangan sosial ekonomi historis dalam permukiman manusia. Sebagai contoh, peningkatan laju sedimentasi terjadi kemudian di Amerika Utara daripada di Eropa. Hal ini mungkin sesuai dengan pengenalan akhir praktik pertanian Eropa di Amerika Utara setelah penjajahan. Sebaliknya, penurunan SAR di 23% dari lokasi yang disurvei mungkin terkait dengan meningkatnya penggunaan air dan praktik pengelolaan sungai. Studi ini menunjukkan bahwa campur tangan manusia menjelaskan percepatan erosi tanah selama 4 milenium terakhir. Jauh sebelum pengaruh baru dan mencolok melalui emisi gas rumah kaca, aktivitas manusia sudah mempengaruhi sistem Bumi.

Jurnal Referensi:

Human and climate global-scale imprint on sediment transfer during the Holocene, Jean-Philippe Jenny et al., PNAS, https://www.pnas.org/content/116/46/22972

Tautan ke artikel asli: Les activités humaines augmentaient déjà l’érosion des sols il y a 4000 ans / INRAE

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.