Infeksi jamur

Antibiotik turunan jamur baru dan gangguan imun

Nephron / CC BY-SA

Defisiensi imun adalah kondisi di mana kemampuan sistem kekebalan untuk melawan penyakit telah dikompromikan. Orang yang mengalami gangguan imun memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit dibandingkan dengan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Defisiensi imun biasanya terjadi sebagai akibat dari beberapa faktor, seperti penyakit seperti AIDS dan diabetes, kemoterapi, dan transplantasi organ. Belakangan ini, dokter telah mencatat tren peningkatan dalam terjadinya infeksi jamur yang mengancam jiwa – yaitu mikosis – pada pasien yang mengalami gangguan sistem imun. Dalam kasus tersebut, pengobatan memerlukan penggunaan beberapa senyawa khusus dengan sifat antijamur. Sayangnya, obat antijamur yang tersedia sangat terbatas.

Pada tahun 2006, senyawa dari “eushearilide,” yang berasal dari jamur, ditemukan. Ia memiliki sifat antijamur dan anti-ragi, dan bisa mengatasi beberapa jamur yang diketahui menyebabkan infeksi pada manusia. Sebuah tim ilmuwan dari Tokyo University of Science sebelumnya telah mengeksplorasi struktur kimia dan metode sintesis eushearilide. Tim yang terdiri dari Prof. Isamu Shiina dari Tokyo University of Science, Takayuki Tonoi (Tokyo University of Science), Katsuhiko Kamei (Medical Mycology Research Center, Chiba University) dan Naruhiko Ishiwada (Medical Mycology Research Center, Chiba University, menggunakan temuan mereka sebelumnya untuk memperoleh senyawa dari eushearilide yang mungkin meningkatkan efek menguntungkan. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Molecules. Prof. Shiina menjelaskan, “untuk melihat efek antibakteri pada berbagai jamur dan bakteri dari senyawa baru antibakteri 23-demethyleushearilide, atau ‘usharelide,’ yang berasal dari eushearilide.”

Pertama, usharelide harus diturunkan dari eushearilide. Ini dicapai melalui serangkaian reaksi yang melibatkan perubahan molekul yang melekat pada atom karbon 23 eushearilide. Setelah usharelide dan variasi strukturalnya diturunkan, mereka diuji sifat antibiotiknya, khususnya terhadap jamur dan bakteri. Para peneliti menemukan bahwa senyawa ini memiliki sifat antibiotik yang menjanjikan. Dua dari beberapa variasi usharelide menunjukkan sifat antimikroba terhadap Candida albicans, jamur yang merupakan pemicu infeksi jamur. Sementara itu, sebagian besar variasi menunjukkan sifat antimikroba terhadap Cryptococcus neoformans, yang menyebabkan infeksi paru-paru, meningitis, dan ensefalitis, terutama pada pasien AIDS. Temuan ini menggemakan temuan sebelumnya tentang sifat antijamur eushearilide. Namun, yang lebih menarik adalah bahwa variasi usharelide ini juga menunjukkan sifat antibakteri terhadap beberapa spesies bakteri penyebab penyakit, seperti Staphylococcus aureus (MRSA) yang resisten metisilin, bakteri ini dikenal sangat sulit untuk ditangani karena resistensinya terhadap beberapa antibiotik dan menyebabkan infeksi yang berpotensi fatal, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Temuan ini memberi keunikan dan pentingnya eushearilide dan turunan usharelide dalam pengobatan beberapa penyakit jamur pada orang yang mengalami gangguan kekebalan. Temuan ini juga menjelaskan kemungkinan sifat antibakteri dari senyawa tersebut, yang belum dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya.. Usharelide memiliki potensi untuk aplikasi dalam pengobatan untuk pasien dengan penyakit jamur seperti kandidiasis, dan dalam menghilangkan infeksi yang disebabkan oleh MRSA dan enterococci yang resisten terhadap vankomisin. Shiina menekankan pada pentingnya penelitian lebih lanjut, dengan menyatakan, “Sifat antibiotik turunan eushearilide tidak hanya melawan berbagai jamur, tetapi juga terhadap bakteri, terutama bakteri yang resistan terhadap obat seperti MRSA. Ini adalah temuan baru yang tentu saja memerlukan penelitian lebih dalam , mengingat kebutuhan mendesak akan opsi perawatan MRSA. “

Studi ini menjadi langkah baru untuk mengobati infeksi pada orang yang mengalami gangguan kekebalan yang disebabkan oleh bakteri patogen berbahaya.

Jurnal Referensi:

Tonoi, T.; Inohana, T.; Sato, T.; Noda, Y.; Ikeda, M.; Akutsu, M.; Murata, T.; Maekawa, Y.; Tanaka, A.; Seki, R.; Ohkusu, M.; Kamei, K.; Ishiwada, N.; Shiina, I. Total Synthesis and Antimicrobial Evaluation of 23-Demethyleushearilide and Extensive Antimicrobial Evaluation of All Synthetic Stereoisomers of (16Z,20E)-Eushearilide and (16E,20E)-EushearilideMolecules 201924, 3437.

Tautan ke artikel asli: New fungus-derived antibiotic: relief in sight for immunocompromised people / Tokyo University of Science

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.