Gunung berapi

Bagaimana drone dapat memonitor letusan gunung berapi

Photo by Joy Anne Pura from Pexels
 © GFZ Helmholtz Centre Potsdam

“Kami melengkapi drone dengan kamera yang berbeda”, ucap Edgar Zorn dari GFZ, penulis pertama studi. “Kemudian menerbangkannya di atas kawah pada berbagai interval, mengukur pergerakan aliran lava dan kubah lava menggunakan jenis fotografi stereo tertentu dengan presisi luar biasa.” Dengan membandingkan data dari drone, kami dapat menentukan kecepatan aliran, pola pergerakan dan suhu permukaan gunung berapi. Parameter ini penting untuk memprediksi bahaya gunung berapi yang mudah meletus. Para peneliti juga berhasil memperoleh sifat aliran lava dari data tersebut.

Foto termal jarak dekat
 © GFZ Helmholtz Centre Potsdam

Penggunaan drone dapat membantu untuk mengukur ulang bahkan gunung berapi paling berbahaya dan aktif di Bumi sekalipun dari jarak yang aman,” lanjut Edgar Zorn. “Sebuah survei teratur dan sistematis gunung berapi berbahaya dengan drone tampaknya hampir bisa diandalkan “, jelas Thomas Walter, ahli vulkanologi di GFZ, yang juga terlibat dalam penelitian ini.

Dua kamera drone digunakan untuk memotret kawah gunung berapi Caliente dari gunung berapi Santa Maria dengan foto resolusi tinggi dan pencitraan termal. Dengan menggunakan algoritma komputer khusus, para peneliti dapat membuat model 3D terperinci dari gambar-gambar ini. Mereka memperoleh topografi 3D dan model suhu gunung berapi dengan resolusi hanya beberapa sentimeter.

 © GFZ Helmholtz Centre Potsdam

Penggunaan drone sangat mengurangi risiko bagi ahli vulkanologi, karena kamera dapat diterbangkan langsung ke tempat-tempat berbahaya tanpa harus mendekatinya sendiri. Sebaliknya, tantangan terbesar terletak pada post-processing dan perhitungan model.

 © GFZ Helmholtz Centre Potsdam

Model 3D dari berbagai penerbangan harus diposisikan dengan tepat agar dapat dibandingkan. Sehingga butuh kerja keras, tetapi usaha itu sepadan karena gerakan kecil pun bisa langsung terlihat, ” jelas Edgar Zorn. “Dalam studi ini, kami menyajikan beberapa kemungkinan baru untuk representasi dan pengukuran gerakan tanah tertentu, yang bisa sangat berguna dalam proyek masa depan.

Jurnal Referensi:

Zorn, E.U., Walter, T.R., Johnson, J.B. & Mania, R., 2020. UAS-based tracking of the Santiaguito Lava Dome, Guatemala. Scientific Reports. DOI: 10.1038/s41598-020-65386-2 

Tautan ke artikel asli: How drones can monitor explosive volcanoes / GFZ German Research Centre for Geosciences

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan penerjemahan menjadi tanggungjawab kami.