Burung

Bagaimana otak burung berevolusi menjadi besar

Sebuah tim internasional dari ahli biologi evolusi dan ahli paleontologi telah merekonstruksi evolusi otak unggas menggunakan set data besar volume otak dari dinosaurus, seperti Archaeopteryx dan Auk, serta burung modern.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Current Biology, mengungkapkan bahwa sebelum kepunahan massal pada akhir Zaman Kapur, burung dan dinosaurus non-unggas memiliki ukuran otak relatif yang serupa. Setelah kepunahan, hubungan penskalaan otak-tubuh bergeser secara dramatis ketika beberapa jenis burung menjalani radiasi ledakan untuk menempati kembali ruang ekologis yang dikosongkan oleh kelompok-kelompok yang punah.

Visualisasi endocast otak (biru) dari tengkorak dinosaurus dan burung modern © WitmerLab di Ohio University.

“Salah satu kejutan besar adalah seleksi ukuran tubuh yang kecil ternyata menjadi faktor utama dalam evolusi burung berotak besar,” ucap Dr. Daniel Ksepka, Kurator Ilmu Pengetahuan di Bruce Museum dan penulis utama studi. “Banyak keluarga burung yang sukses berevolusi secara proporsional berotak besar dengan menyusut ke ukuran tubuh yang lebih kecil sementara ukuran otak mereka tetap dekat dengan nenek moyangnya yang berbadan lebih besar.”

Untuk memahami bagaimana otak burung berubah, tim yang terdiri dari 37 ilmuwan menggunakan data CT scan untuk membuat endocast (model otak berdasarkan bentuk rongga tengkorak) dari ratusan burung dan dinosaurus, yang mereka gabungkan dengan database besar pengukuran otak yang ada dari burung modern. Mereka kemudian menganalisis alometri otak-tubuh: cara ukuran otak berskala dengan ukuran tubuh.

“Tidak ada garis yang jelas antara otak dinosaurus tingkat lanjut dan burung primitif,” catat penulis pendamping Dr. Amy Balanoff dari Johns Hopkins University.. “Burung-burung seperti emu dan merpati memiliki ukuran otak yang sama seperti yang Anda kira untuk dinosaurus theropoda dengan ukuran tubuh yang sama, dan bahkan beberapa spesies seperti moa memiliki otak yang lebih kecil dari yang diperkirakan.”

Dua kelompok burung dengan ukuran otak yang benar-benar luar biasa berevolusi relatif baru ini seperti : burung beo dan corvids (gagak dan kerabatnta). Burung-burung tersebut menunjukkan kapasitas kognitif yang luar biasa, termasuk kemampuan untuk menggunakan alat dan bahasa, serta mengingat wajah manusia. Studi baru menemukan bahwa burung beo dan gagak menunjukkan tingkat evolusi otak yang sangat tinggi yang mungkin membantu mereka mencapai ukuran otak proporsional yang begitu tinggi.

Beberapa kelompok burung menunjukkan tingkat evolusi otak dan ukuran tubuh di atas rata-rata, ” ungkap penulis pendamping Dr. N. Adam Smith dari Campbell Geology Museum di Clemson University.

“Tapi gagak benar-benar lebih dari itu – mereka mengalahkan semua burung lain. Hasil kami menunjukkan bahwa memanggil seseorang ‘berotak burung’ sebenarnya menjadi pujian! “

“Gagak adalah hominin dari kerajaan burung,” jelas penulis pendamping Dr. Jeroen Smaers dari Stony Brook University. “Seperti nenek moyang kita sendiri, mereka berevolusi secara massal dengan meningkatkan ukuran tubuh dan ukuran otak mereka pada saat yang sama, dengan peningkatan ukuran otak terjadi bahkan lebih cepat.”

Ukuran otak relatif pada> 2000 spesies burung dan dinosaurus. Warna yang lebih hangat menunjukkan ukuran otak yang lebih besar secara proporsional. © Bruce Museum

Jurnal Referensi:

Daniel T. Ksepka, Amy M. Balanoff, N. Adam Smith, Gabriel S. Bever, Bhart-Anjan S. Bhullar, Estelle Bourdon, Edward L. Braun, J. Gordon Burleigh, Julia A. Clarke, Matthew W. Colbert, Jeremy R. Corfield, Federico J. Degrange, Vanesa L. De Pietri, Catherine M. Early, Daniel J. Field, Paul M. Gignac, Maria Eugenia Leone Gold, Rebecca T. Kimball, Soichiro Kawabe, Louis Lefebvre, Jesús Marugán-Lobón, Carrie S. Mongle, Ashley Morhardt, Mark A. Norell, Ryan C. Ridgely, Ryan S. Rothman, R. Paul Scofield, Claudia P. Tambussi, Christopher R. Torres, Marcel van Tuinen, Stig A. Walsh, Akinobu Watanabe, Lawrence M. Witmer, Alexandra K. Wright, Lindsay E. Zanno, Erich D. Jarvis, Jeroen B. Smaers. Tempo and Pattern of Avian Brain Size EvolutionCurrent Biology, 2020; DOI: 10.1016/j.cub.2020.03.060

Tautan ke artikel asli: How Birds Evolved Big Brains / Bruce Museum

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.