Mandarin

Bahasa Mandarin menuju bahasa global

Photo by Henry & Co. from Pexels

Dengan terus meningkatnya Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi dan perdagangan global, tidak ada penghalang untuk mencegah Bahasa mandarin menjadi bahasa global seperti bahasa Inggris, menurut akademikus Flinders University, Dr Jeffrey Gil.

Dr Gil, yang mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di Flinders University’s College of Humanities, Arts and Social Sciences, menantang argumen yang menunjukkan Bahasa mandarin menghadapi rintangan sulit untuk menjadi bahasa internasional yang umum digunakan karena kompleksitas karakter tulisannya.

Dalam artikelnya, berjudul ‘Will a character based writing system stop Chinese becoming a global language? A review and reconsideration of the debate’, diterbitkan dalam jurnal Global Chinese.

Artikel ini menganalisis praktik-praktik bahasa, ideologi bahasa, dan perencanaan bahasa di sekitar sistem penulisan Bahasa mandarin, serta karakteristik bahasa Inggris global kontemporer, untuk menunjukkan bahwa suatu hari Bahasa mandarin bisa menjadi bahasa global.

Dr Gil menyajikan empat argumen untuk mendukung kemungkinan bahasa mandarin suatu hari menjadi bahasa global.

Pertama, ia menekankan bahwa literasi universal tidak diperlukan untuk status bahasa global. “Ada asumsi yang salah bahwa semua pelajar bahasa mandarin harus belajar membaca dan menulis ke tingkat seperti penduduk asli – meskipun ini tidak mencerminkan penggunaan bahasa Inggris secara global. Orang-orang belajar bahasa Inggris sebanyak yang diperlukan untuk keperluan mereka, dan hal yang sama akan berlaku jika bahasa mandarin adalah bahasa global. ”

Dr Gil mencatat bahwa komputer dan ponsel sekarang dapat mengubah Romanisasi Pinyin (alfabet fonetik Cina) menjadi karakter, yang berarti bahwa pelajar bahasa hanya perlu mempelajari Pinyin dan pengenalan karakter, yang menghemat waktu dan tenaga dalam berkomunikasi secara teratur dalam bahasa Mandarin.

Dr Gil juga menunjukkan bahasa mandarin yang sebelumnya telah umum digunakan di negara lain.

Ada preseden historis untuk pengadopsian karakter di luar Tiongkok, dengan penggunaan lama dari Mandarin tertulis untuk tujuan ilmiah dan resmi di Korea, Jepang dan Vietnam,” ucapnya.

“Ini terjadi karena status Tiongkok sebagai negara paling kuat di kawasan itu, jika bukan dunia, dan menunjukkan bahwa orang di negara mana pun akan belajar dan menggunakan karakter jika ada alasan yang cukup untuk melakukannya.”

Pandangan bahwa bahasa mandarin tidak akan dianut sebagai bahasa global ada fokus berlebihan pada sifat-sifat bahasa, yang menurut Dr. Gil tidak akurat.

“Ketidakkonsistenan dan penyimpangan sistem penulisan bahasa Inggris menunjukkan bahwa sifat-sifat linguistik saja tidak menentukan apakah suatu bahasa menjadi global. Saya menyimpulkan bahwa sistem penulisan berbasis karakter tidak akan mencegah bahasa mandarin mencapai status bahasa global. ”

Jurnal Referensi:

Jeffrey Gil. Will a character based writing system stop Chinese becoming a global language? A review and reconsideration of the debateGlobal Chinese, 2020; 6 (1): 25 DOI: 10.1515/glochi-2020-0001

Tautan ke artikel asli: Chinese to rise as a global language / Flinders University

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.