Baterai

Baterai Li-ion mengandung halogen beracun, tetapi ada alternatif

Claus Ableiter / CC BY-SA

“Arti penting [dari temuan kami] adalah seseorang dapat memiliki baterai yang lebih aman tanpa mengurangi kinerjanya” jelas penulis utama Puru Jena, Ph.D., distinguished professor dari Department of Physics of the College of Humanities and Sciences. “Implikasi dari penelitian kami adalah bahwa strategi yang sama juga dapat digunakan untuk merancang bahan katoda dalam baterai Li-ion.”

Artikel, “Superhalogens as Building Blocks of Halogen-free Electrolytes in Li-ion Batteries,” oleh Jena, peneliti postdoctoral Santanab Giri, Ph.D., dan mahasiswa pascasarjana Swayamprabha Behera, Ph.D., telah terbit dalam jurnal kimia Angewandte Chemie International Edition.

Jena mengatakan ia berharap bahwa temuan artikel itu akan menghasilkan produksi baterai yang lebih aman dan kurang beracun.

Kami berharap bahwa prediksi teoretis kami akan membuat para eksperimentalis untuk mensintesis garam bebas halogen yang kemudian akan mengarahkan produsen untuk menggunakan garam tersebut dalam aplikasi komersial, “ ucapnya.

Para peneliti juga menemukan bahwa prosedur untuk baterai Li-ion sama-sama berlaku untuk baterai logam-ion lainnya, seperti baterai natrium-ion atau magnesium-ion.

Jena mulai tertarik pada topik ini ketika dia melihat selebaran pada baterai Li-ion yang menyebutkan perlunya elektrolit bebas halogen.

“Saya belum melakukan penelitian pada baterai Li-ion pada saat itu, tetapi saya ingin tahu apa elektrolit saat ini,” ujarnya. “Saya menemukan bahwa ion negatif yang membentuk elektrolit berukuran besar dan kompleks dan mengandung satu elektron lebih sedikit daripada yang dibutuhkan untuk penutupan shell elektronik.

Jena sudah lima tahun meneliti superhalogen, kelas molekul yang meniru kimia halogen tetapi memiliki afinitas elektron yang jauh lebih besar daripada atom halogen.

Saya tahu banyak molekul superhalogen yang tidak mengandung atom halogen tunggal, “ ungkapnya. “Pikiran saya yang pertama adalah untuk melihat apakah komponen anionik dari elektrolit saat ini memang superhalogen. Dan, jika demikian, apakah superhalogen bebas halogen yang kita tahu berfungsi sebagai elektrolit bebas halogen? Penelitian kami membuktikan hal itu.”

Penelitian ini sebagian didanai oleh hibah $ 615.000 dari Department of Energy untuk mempelajari “Atomic Clusters – Bare, Coated and Supported,” (ER45579) serta oleh VCU Presidential Research Quest Fund.

Jurnal Referensi:

Giri, S., Behera, S. and Jena, P. (2014), Superhalogens as Building Blocks of Halogen‐Free Electrolytes in Lithium‐Ion Batteries. Angew. Chem. Int. Ed., 53: 13916-13919. doi:10.1002/anie.201408648

Tautan ke artikel asli: Li-ion batteries contain toxic halogens, but environmentally friendly alternatives exist, VCU physicists discover / Virginia Commonwealth University

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.