Cryptochrome

Cryptochrome, protein yang terlibat dalam perbaikan otak

Brautigam, C.A., Smith, B.S., Ma, Z., Palnitkar, M., Tomchick, D.R., Machius, M., Deisenhofer, J. / Public domain

Tim peneliti dari Institut Biologi Paris-Seine (IBPS – Sorbonne University / CNRS) yang dipimpin oleh Rachel Sherrard, Profesor di Sorbonne University bekerjasama dengan University of Western Australia, National Institute of Mental Health di Maryland dan Institut Longevity (Rumah Sakit Charles Foix – AP-HP) mempelajari peran stimulasi magnetik intensitas rendah dalam mekanisme perbaikan otak.

Diterbitkan di Science Advances, karya mereka menyoroti untuk pertama kalinya peran kunci protein yang terlibat dalam mekanisme perbaikan ini yaitu: cryptochrome.

Pemahaman kita yang tidak sempurna tentang otak manusia, suatu organ dengan kompleksitas luar biasa, menjadikan perbaikan kerusakan otak dan disfungsi saraf salah satu tantangan utama ilmu biomedis. Namun, pengobatan yang menjanjikan dalam neurologi dan psikiatri, stimulasi elektromagnetik otak, menghasilkan hasil klinis yang bervariasi dari satu subjek ke subjek lainnya dan, dalam banyak kasus, tidak dapat direproduksi. Mekanisme yang mendasari yang masih kurang dipahami dan menghambat pengembangan protokol terapi baru serta tepat untuk memperbaiki otak yang rusak, terutama yang rusak oleh penyakit Alzheimer, penurunan kognitif terkait usia, stroke dan trauma perinatal.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh profesor Universitas Sorbonne Rachel Sherrard telah menunjukkan bahwa stimulasi magnetik transkranial intensitas rendah (LI-rTMS) berulang menginduksi pertumbuhan akson dan sinaptogenesis untuk memperbaiki sirkuit neuron yang rusak. Meskipun tidak semua frekuensi stimulasi efektif, beberapa sangat efektif. Perbaikan ini merupakan penemuan yang tidak terduga, karena para peneliti untuk pertama kalinya mengidentifikasi suatu reseptor yang diduga untuk rangsangan magnetik tersebut: cryptochrome. Terletak di mana-mana dalam tubuh, protein ini terlibat dalam ritme sirkadian.

Dengan menunjukkan bahwa medan magnet bertindak melalui cryptochrome untuk mengaktifkan kaskade pensinyalan sel, karya ini menciptakan framework baru untuk memahami mekanisme yang mendasari neuroplastisitas yang diinduksi oleh elektro-magnetik. Juga membuka jalan yang menjanjikan untuk mengoptimalkan stimulasi elektromagnetik dan mengembangkan perawatan yang efektif untuk berbagai penyakit neurologis.

Secara khusus, penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih mendalam tentang fungsi reseptor dan frekuensi stimulasi sangat penting untuk mengukur efektivitas dan mengawasi penggunaan perangkat stimulasi elektro yang sudah dijual di toko-toko dan untuk digunakan di rumah.

Jurnal Referensi:

Neural circuit repair by low-intensity magnetic stimulation requires cellular magnetoreceptors and specific stimulation patterns, T. Dufor, S. Grehl, A. D. Tang, M. Doulazmi, M. Traoré, N. Debray, C. Dubacq4, Z-D. Deng, J. Mariani, A. M. Lohof, R. M. Sherrard, Science Advances, 30 octobre 2019. DOI: 10.1126/sciadv.aav9847

Tautan ke artikel asli: Le cryptochrome, une protéine impliquée dans la réparation du cerveau / Sorbonne University

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.