Mycobacterium tuberculosis

DNA merupakan kunci untuk menanggulangi TB

Oleum / CC BY-SA

Berbagai metode digunakan untuk mendeteksi, mengobati, dan melacak tuberkulosis (TB), yang semuanya bisa diganti dengan whole genome sequencing (WGS). Dalam Nature Reviews Microbiology, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Dr Conor Meehan dari Institute of Tropical Medicine Antwerp (ITM) menjelaskan keuntungan dan risiko teknologi pengurutan genom modern, yang semakin banyak digunakan. Para peneliti menawarkan serangkaian rekomendasi untuk standar internasional dalam perawatan klinis dan kesehatan masyarakat.

Diagnosis, pengobatan dan pelacakan Mycobacterium tuberculosis, bakteri yang menyebabkan TB, saat ini dilakukan melalui berbagai teknik. Dengan kehadiran WGS yang murah dan dapat diandalkan, teknik-teknik yang berbeda ini dapat digantikan oleh metode tunggal. Namun, ada risiko bahwa tanpa konsensus yang jelas dan kurangnya standar internasional, meluasnya penggunaan teknologi WGS dapat mengarah pada data serta proses tanpa harmonisasi, komparabilitas, dan validasi.

“Kami menyerukan upaya standardisasi dan validasi yang luas untuk dilakukan, sebelum menerapkan pendekatan WGS dalam skala besar,” jelas Dr Conor Meehan. Itu akan membutuhkan komitmen politik dan juga keterlibatan laboratorium supranasional dan otoritas pengatur. Penting untuk menjamin akses ke teknik WGS terstandarisasi dan tervalidasi, terutama di negara-negara dengan beban TB yang tinggi dan di mana WGS akan memiliki dampak terbesar. ”

Dr Conor Meehan dari ITM bersama dengan Dr Inaki Comas dari Biomedicine Institute of Valencia dan Prof dr Annelies Van Rie dari University of Antwerp membentuk konsorsium lebih dari 40 ilmuwan internasional dengan keahlian TB. Bekerja bersama, mereka menggambarkan state-of-the-art WGS di Mycobacterium tuberculosis dan merumuskan serangkaian rekomendasi. Rekomendasi ini memiliki relevansi khusus mengingat perkembangan internasional.

“Saat ini, teknik WGS utamanya digunakan dalam kegiatan penelitian, tetapi metode ini berkembang pesat menjadi alat perawatan klinis dan kesehatan masyarakat untuk memetakan penyebaran TBC. Metode yang disederhanakan dan pelaporan terstandarisasi menjadi semakin penting dari hari ke hari, ” ucap Meehan.

WGS sudah direkomendasikan oleh WHO sebagai teknik standar untuk survei resistensi obat global dan juga semakin banyak digunakan sebagai metode untuk memberikan perawatan yang dipersonalisasi. Semakin banyak negara yang menerapkan teknik WGS.

Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri yang membunuh sekitar 1,6 juta orang setiap tahun, menjadikannya salah satu dari sepuluh penyebab kematian terbesar di dunia. Penelitian ITM mengenai TBC terkenal di dunia. Lembaga ini memiliki koleksi galur TB terbesar untuk penelitian. Mendorong terobosan dengan pengobatan kombinasi yang lebih pendek untuk tuberkulosis resisten dan meneliti diagnostik baru serta teknik deteksi kasus.

Jurnal Referensi

Meehan, C., Goig, G., Kohl, T., Verboven, L., Dippenaar, A., Ezewudo, M., Farhat, M., Guthrie, J., Laukens, K., Miotto, P., Ofori-Anyinam, B., Dreyer, V., Supply, P., Suresh, A., Utpatel, C., Soolingen, D., Zhou, Y., Ashton, P., Brites, D., Cabibbe, A., Jong, B., Vos, M., Menardo, F., Gagneux, S., Gao, Q., Heupink, T., Liu, Q., Loiseau, C., Rigouts, L., Rodwell, T., Tagliani, E., Walker, T., Warren, R., Zhao, Y., Zignol, M., Schito, M., Gardy, J., Cirillo, D., Niemann, S., Comas, I., & Rie, A. (2019). Whole genome sequencing of Mycobacterium tuberculosis: current standards and open issues. Nature Reviews Microbiology, 17(9), 533–545. https://doi.org/10.1038/s41579-019-0214-5

Tautan ke artikel asli: DNA Holds The Key To Tackling Tuberculosis / Institute of Tropical Medicine Antwerp

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.