Salamander

Genom salamander menyimpan rahasia regenerasi

th1098 / CC BY-SA

Salamander axolotl, tampak seperti alien dan memiliki kekuatan regenerasi dunia lain. Jika ada bagian tubuhnya hilang seperti jantung atau bahkan sebagian besar otaknya? Tidak masalah: Mereka tumbuh kembali.

“Ia meregenerasi hampir semua hal dari semua cedera yang tidak membunuhnya,” ucap Parker Flowers, rekan postdoctoral di lab Craig Crews, the John C. Malone Professor of Molecular, Cellular, and Developmental Biology and professor of chemistry and pharmacology.

Jika para ilmuwan dapat menemukan dasar genetik kemampuan regenerasi axolotl, mereka mungkin dapat menemukan cara untuk memulihkan jaringan yang rusak pada manusia. Tetapi mereka digagalkan karena kekhasan lain dari axolotl – ia memiliki genom terbesar dari hewan apa pun yang belum diurutkan, 10 kali lebih besar daripada manusia.

Kini Flowers dan koleganya menemukan cara cerdik dalam menghindari genom kompleks hewan untuk mengidentifikasi setidaknya dua gen yang terlibat dalam regenerasi, hasilnya diterbitkan pada 28 Januari dalam jurnal eLife.

Munculnya teknologi sekuensing baru dan teknologi pengeditan gen telah memungkinkan peneliti untuk menyusun daftar ratusan kandidat gen yang mungkin bertanggung jawab untuk regenerasi anggota tubuh. Namun, ukuran besar genom axolotl memiliki banyak rentang DNA yang berulang membuatnya sulit untuk menyelidiki fungsi gen-gen tersebut.

Lucas Sanor, mantan mahasiswa pascasarjana di lab, dan penulis pendamping Flowers, menggunakan teknik pengeditan gen dalam proses multi-step untuk membuat penanda yang dapat melacak 25 gen yang diduga terlibat dalam regenerasi anggota tubuh. Metode ini memungkinkan mereka mengidentifikasi dua gen dalam blastema – massa sel pembagi yang terbentuk di lokasi ekstremitas yang terputus – yang juga bertanggung jawab untuk regenerasi parsial ekor axolotl.

Flowers menekankan bahwa banyak gen seperti itu mungkin ada. Karena manusia memiliki gen yang sama, para peneliti mengatakan, suatu hari ilmuwan mungkin menemukan cara mengaktifkannya untuk membantu mempercepat perbaikan luka atau regenerasi jaringan.

Jurnal Referensi:
Lucas D Sanor, Grant Parker Flowers, Craig M Crews. Multiplex CRISPR/Cas screen in regenerating haploid limbs of chimeric Axolotls. eLife, 2020; 9 DOI: 10.7554/eLife.48511

Tautan ke artikel asli: Tiny salamander’s huge genome may harbor the secrets of regeneration / Yale University

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.