Australia

Geologi kuno Australia mengendalikan jalur gempa modern

Studi seismologis dan geologis yang dipimpin oleh para peneliti University of Melbourne menunjukkan gempa berkekuatan 6.0 di Petermann pada tahun 2016 menghasilkan retakan permukaan tanah sepanjang 21 km. Dimensi dan slip bidang sesar dikendalikan oleh zona batuan lemah yang terbentuk lebih dari 500 juta tahun yang lalu.

Retakan luar biasa panjang dan halus yang dihasilkan oleh gempa ini awalnya membingungkan para ilmuwan karena kawah kuno Australia yang kuat biasanya cenderung menjadi tempat gempa bumi yang lebih pendek dan lebih kasar dengan perpindahan yang lebih besar pada skala tersebut.

“Kami menemukan bahwa di daerah di mana batuan yang lebih lemah hadir, gempa bumi dapat memecahkan sesar dengan gesekan rendah,” ucap Dr Januka Attanayake.

“Ini artinya sifat-sifat struktural batuan yang diperoleh dari pemetaan geologis dapat membantu kita memperkirakan kemungkinan geometri dan distribusi slip gempa bumi masa depan, sehingga memungkinkan kita untuk lebih memahami bahaya seismik yang ditimbulkan oleh banyak patahan aktif.

“Australia secara teratur menimbulkan gempa bumi dengan magnitudo sebesar ini yang dapat menciptakan kerusakan parah seperti yang terjadi pada gempa bumi berkekuatan 6,2 pada tahun 2011 di Christchurch, Selandia Baru. Untungnya, sebagian besar gempa bumi di Australia terjadi di daerah terpencil.”

Petermann Ranges, membentang 320 km dari timur Tengah Barat Australia ke sudut barat daya Wilayah Utara, mulai terbentuk sekitar 600 juta tahun yang lalu ketika sebuah pembentukan gunung intrakontinental Australia bernama Petermann Orogeny terjadi.

Dr Attanayake mengatakan data seismik dan geologis yang dikumpulkan dari observasi lapangan dekat gempa bumi Petermann empat tahun lalu oleh tim peneliti Dr Tamarah King, membantu menentukan lapisan batuan lemah yang tertanam dalam kerak yang kuat mungkin berperan dalam memicu gempa langka.

Meskipun ada badai gurun besar yang sempat menghambat, para ahli geologi menjelajahi tanah untuk mencari bukti retaknya permukaan, baik dengan berjalan kaki dan menggunakan drone, selama dua minggu. Sebagai hasilnya, para peneliti dapat memetakan secara detail deformasi yang terkait dengan jejak retakan sepanjang 21 kilometer, di mana tanah terangkat dengan perpindahan vertikal maksimum satu meter.

Seismolog dengan cepat menggunakan seismometer broadband untuk mendeteksi dan menemukan gempa susulan yang memberikan informasi independen untuk memperkirakan geometri bidang patahan yang retak.

Dr Attanayake mengatakan: “Gempa bumi Petermann adalah contoh yang langka di mana kami dapat menghubungkan gempa bumi dengan struktur geologi yang sudah ada sebelumnya dengan menggabungkan pemodelan seismologis dan pemetaan lapangan geologis.

Dengan informasi mengenai apa yang menyebabkan kerak cratonic tua, kuat, dan dingin di Australia Tengah pecah dan menghasilkan gempa bumi besar data seismik dan geologis dapat membantu kami menyimpulkan kemungkinan geometri bidang sesar yang ada di bawah pusat kota kami dan memperkirakan bahaya seismiknya.

Jurnal Referensi:

Mike Sandiford, Sarah L. Brennand, Abraham Jones, Dan Clark, Gary Gibson, Mark C. Quigley, Tamarah R. King, Januka Attanayake. Rupture Characteristics and Bedrock Structural Control of the 2016 Mw 6.0 Intraplate Earthquake in the Petermann Ranges, AustraliaBulletin of the Seismological Society of America, 2020; 110 (3): 1037 DOI: 10.1785/0120190266

Tautan ke artikel asli: Australia’s ancient geology controls the pathways of modern earthquakes / University of Melbourne

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.