Tablet

Jawaban online gejala penyakit dan efek negatifnya pada psikis

Photo by PhotoMIX Company from Pexels

Para peneliti meminta partisipan yang berusia rata-rata 23 tahun mencari gejala pribadi di Internet selama lima menit. Meskipun risiko gangguan kecemasan penyakit biasanya rendah pada kelompok usia ini, segera setelah pencarian subyek menunjukkan bahwa mereka merasa lebih khawatir kesehatan diri dan gejala penyakitnya. Googling menimbulkan kekhawatiran yang lebih besar jika para peserta sebelumnya melaporkan suasana hati yang negatif.

Efek buruk dari pencarian Internet tidak hanya terbukti ketika peserta studi mengunjungi situs internet yang memberikan informasi tentang penyakit serius. Ketidaknyamanan peserta tes juga meningkat di situs web dengan informasi moderat dan terkendali tentang gejala. Pencarian daring gejala dan gambar klinis sudah jadi kebiasaan. Sebanyak 46 persen orang Jerman menyatakan bahwa mereka secara teratur meneliti topik kesehatan di Internet.

Karena belum banyak studi jangka panjang, tidak ada pernyataan yang dapat dibuat saat ini tentang kontribusi pencarian Internet terhadap pengembangan gangguan kecemasan penyakit (atau “hypochondria”). Namun, penelitian ini dapat membuktikan bahwa pencarian memiliki efek negatif pada kesehatan mental.

Jurnal Referensi:

Melanie Pollklas, Lavinia Widemann, Mirjam Lochschmidt,
Anna Plakhuta, and Alexander L. Gerlach, Cyberchondriasis – The Effect of Searching the Internet on Health Concerns. Zeitschrift für Psychologie.

Tautan ke artikel asli: „Dr. Google“: Online nach Krankheitssymptomen zu suchen, wirkt sich negativ auf Psyche aus / Universität zu Köln

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan penerjemahan menjadi tanggungjawab kami.