Planet ekstrasurya

Kecerdasan buatan dan pengukuran planet ekstrasurya

Aldaron, a.k.a. Aldaron / CC BY-SA

Tim riset Instituto de Astrofísica e Ciências do Espaço (IA2) menerbitkan sebuah artikel yang menunjukkan bahwa dengan mengetahui massa dan suhu kesetimbangan planet ekstrasurya, dimungkinkan untuk membatasi radiusnya, dengan akurasi lebih tinggi dari metode sebelumnya

Solène Ulmer-Moll, mahasiswa PhD di Science Faculty of the University of Porto (FCUP) menjelaskan studi ini dengan menggunakan pengetahuan dari berbagai bidang: Cara baru untuk memperkirakan jari-jari planet ekstrasurya merupakan contoh sempurna dari sinergi antara sains planet ekstrasurya dan teknik machine learning.

Untuk mengkarakterisasi sebuah planet, baik massa dan jari-jarinya, perlu menemukan kepadatan planet, dan dari situ disimpulkan komposisinya. Tetapi kedua data hanya tersedia sedikit dari planet ekstrasurya, karena massa seringkali ditentukan oleh pengukuran radial velocity, sedangkan jari-jari diukur dengan metode transit.

Tim mengembangkan algoritma untuk memperkirakan jari-jari berbagai exoplanet, jika beberapa parameter planet dan bintang lainnya diketahui, terutama, massa dan suhu kesetimbangan planet ekstrasurya. Solène Ulmer-Moll menambahkan: “Untuk ratusan planet yang ditemukan dengan metode radial velocity, kita sekarang dapat memprediksi jari-jarinya. Kita kemudian dapat memahami jika planet ekstrasurya ini berpotensi menjadi dunia yang berbatu.”

Sejauh ini, hanya massa planet ekstrasurya yang digunakan untuk memprediksi jari-jarinya, tetapi tim mencoba untuk mengubah paradigma ini dengan menggunakan parameter planet dan bintang lainnya untuk memperkuat prediksi.

Nuno Cardoso Santos (IA & FCUP), pemimpin jalur tematik IA Towards the detection and characterization of other Earths menambahkan: “Karya ini menyatukan keahlian dalam tim kami, menyatukan pengetahuan yang ada tentang deteksi dan karakterisasi planet ekstrasurya serta statistik analisis sistem yang terdeteksi, menggunakan alat matematika canggih. Sebuah alat matematika yang sama dan kini digunakan pada pengembangan mobil otonom. “

Jurnal Referensi:

Beyond the exoplanet mass-radius relation. S. Ulmer-Moll, N. C. Santos, P. Figueira, J. Brinchmann, and J. P. Faria. https://doi.org/10.1051/0004-6361/201936049. October 2019 A&A 630, A135 (2019)

Tautan ke artikel asli: Astrophysicists use artificial intelligence to determine exoplanets sizes / Instituto de Astrofísica e Ciências do Espaço

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.