Protostar

Kecerdasan buatan membuka petunjuk asal usul bintang-bintang

© European Southern Observatory/L. Calçada

Sebuah sistem kecerdasan buatan menganalisis data dari teleskop ruang angkasa Gaia berisi lebih dari 2.000 protostar besar – yang menyimpan petunjuk tentang asal-usul bintang-bintang di Bimasakti.

Protostars adalah bintang muda yang masih membentuk. Para ilmuwan baru mengkatalogkan 100 jenis bintang ini.

Proyek ini dipimpin oleh Miguel Vioque, seorang peneliti PhD di University of Leeds, dan temuannya telah diterbitkan dalam jurnal Astronomy and Astrophysics

Ia percaya penyelidikan terhadap bintang-bintang yang baru diidentifikasi ini berpotensi mengubah pemahaman para ilmuwan tentang pembentukan bintang masif dan pendekatan untuk mempelajari galaksi.

Mr Vioque dan rekannya tertarik pada bintang Herbig Ae / Be, bintang yang memiliki massa setidaknya dua kali lipat dari Matahari. Yang juga terlibat dalam kelahiran bintang-bintang lain.

Para peneliti mengambil sejumlah besar data yang dikumpulkan oleh teleskop Gaia saat memetakan galaksi. Data dari teleskop mampu menentukan jarak untuk sekitar satu miliar bintang, atau satu persen dari total yang diperkirakan ada di galaksi..

Para peneliti memisahkan data itu dan menguranginya menjadi subset dari 4,1 juta bintang yang kemungkinan mengandung protostar.

Sistem kecerdasan buatan (AI) menyaring data dan menghasilkan daftar 2.226 bintang dengan peluang sekitar 85 persen untuk menjadi protobintang Herbig Ae / Be.

Vioque, dari School of Physics and Astronomy, mengatakan: “Ada sejumlah besar data dari Gaia – dan alat AI diperlukan untuk membantu para ilmuwan memahami hal itu.

“Kami menggabungkan teknologi baru dalam cara para peneliti mensurvei dan memetakan galaksi dengan cara menayakan kumpulan data yang dihasilkan oleh teleskop dan itu merevolusi pemahaman kita tentang galaksi.”

“Pendekatan ini membuka babak baru dalam astronomi.”

Mr Vioque dan rekannya kemudian memvalidasi temuan AI dengan menyelidiki 145 bintang yang diidentifikasi oleh sistem AI di observatorium darat di Spanyol dan Chili di mana mereka dapat mengukur cahaya, lalu dicatat sebagai spektrum

Dia mengatakan: “Hasil dari observatorium berbasis darat menunjukkan bahwa AI membuat prediksi yang sangat akurat tentang bintang yang mungkin masuk ke dalam klasifikasi Herbig Ae / Be.”

Salah satu bintang target yaitu Gaia DR2 428909457258627200.

Berjarak 8.500 tahun cahaya dan memiliki massa 2,3 kali dari matahari. Suhu permukaannya adalah 9.400 derajat Celcius dan memiliki jari-jari yang dua kali lipat dari matahari. Ia telah ada selama sekitar enam juta tahun, yang dalam istilah astronomi termasuk bintang muda yang masih membentuk.

Profesor René Oudmaijer, dari School of Physics and Astronomy di Leeds, yang mengawasi penelitian ini mengatakan: “Penelitian ini merupakan contoh baik tentang bagaimana analisis Big Data dari instrumen ilmiah modern, seperti teleskop Gaia, akan membentuk masa depan astrofisika.

“Sistem AI dapat mengidentifikasi pola dalam jumlah besar data dan kemungkinan bahwa dalam pola tersebut, para ilmuwan akan menemukan petunjuk yang akan mengarah pada penemuan baru dan pemahaman baru.”

Jurnal Referensi:

M. Vioque, R.D. Oudmaijer, M. Schreiner, I. Mendigutia, D. Baines, N. Mowlavi, R. Perez-Martinez. Catalogue of new Herbig Ae/Be and classical Be stars. A machine learning approach to Gaia DR2Astronomy & Astrophysics, 2020; DOI: 10.1051/0004-6361/202037731

Tautan ke artikel asli: Unlocking clues to the origins of the stars / University of Leeds

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.