Bulan

Kemungkinan keberadaan sistem tektonik aktif di Bulan

Photo by Bruno Scramgnon from Pexels

Para peneliti menemukan sistem pegunungan yang tersebar di dekat Bulan yang di atasnya dihiasi batu-batu besar. Pegunungan itu bisa menjadi bukti proses tektonik bulan aktif, jelas para peneliti, mungkin tumbukan lama yang hampir mencabik-cabik Bulan.

Ada asumsi bahwa Bulan sudah lama mati, tetapi kami terus menemukan bahwa bukan itu masalahnya, ” ucap Peter Schultz, seorang profesor di Department of Earth, Environmental and Planetary Sciences Brown University dan penulis pendamping penelitian. “Dari studi ini tampak bahwa Bulan mungkin masih berderit dan retak – begitu juga sekarang – dan kita bisa melihat bukti di pegunungan ini.

Sebagian besar permukaan Bulan ditutupi oleh regolith, selimut bubuk dari batu yang tercipta oleh hantaman konstan meteorit kecil dan penabrak lainnya. Daerah bebas dari regolith di mana batuan dasar Bulan terekspos sangat langka. Tetapi Adomas Valantinas, seorang mahasiswa pascasarjana di University of Bern yang memimpin penelitian, menggunakan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA untuk menemukan titik-titik kosong aneh di dalam dan sekitar maria bulan, patch gelap dan besar di dekat Bulan.

Area yang terekspos di permukaan memiliki masa hidup yang relatif singkat karena penumpukan regolith terjadi secara konstan” jelas Schultz. “Jadi ketika kita melihatnya, perlu ada penjelasan tentang bagaimana dan mengapa mereka terekspos di lokasi tertentu.

Dalam penelitian, Valantinas menggunakan instrumen Diviner LRO, mengukur suhu permukaan bulan. Sama seperti kota-kota yang tertutup beton di Bumi menahan lebih banyak panas daripada daerah pedesaan, batuan dasar yang terbuka dan permukaan gundul di Bulan tetap lebih hangat sepanjang malam bulan daripada permukaan yang tertutup regolit. Dengan menggunakan pengamatan malam hari dari Diviner, Valantinas menemukan lebih dari 500 bidang batuan terbuka di pegunungan sempit mengikuti pola melintasi bulan dekat maria.

Beberapa pegunungan dengan lapisan batuan terbuka telah terlihat sebelumnya, ucap Schultz. Tetapi pegunungan-pegunungan itu itu berada di tepi cekungan tumbukan kuno yang diisi lava dan dapat dijelaskan dengan penurunan kontinyu disebabkan efek berat oleh pengisian lava. Tetapi studi baru menemukan bahwa pegunungan paling aktif terkait dengan sistem fitur tektonik misterius (pegunungan dan patahan) pada bulan, tidak terkait dengan kedua cekungan lava dan patahan muda lainnya yang merambah dataran tinggi.

Distribusi yang kami temukan di sini meminta penjelasan yang berbeda, ” tutur Schultz.

Valantinas dan Schultz memetakan semua paparan yang terungkap dalam data Diviner dan menemukan hubungan yang menarik. Pada tahun 2014, misi GRAIL NASA menemukan jaringan retakan kuno di kerak Bulan. Retakan itu menjadi saluran magma mengalir ke permukaan Bulan untuk membentuk deep intrusions. Valantinas dan Schultz menunjukkan bahwa pegunungan gundul itu sejajar dengan deep intrusions pada GRAIL.

“Seperti korelasi satu-ke-satu” ungkap Schultz. “Itu membuat kita berpikir bahwa apa yang kita lihat adalah proses yang berkelanjutan yang didorong oleh hal-hal yang terjadi di dalam Bulan.”

Schultz dan Valantinas menunjukkan bahwa pegunungan di atas intrusi kuno ini masih naik ke atas. Gerakan ke atas memecah permukaan dan memungkinkan regolith untuk mengalir ke celah dan lubang, membuat area terbuka. Karena bintik-bintik kosong di Bulan bisa ditutupi dengan cukup cepat, retakan ini pasti sangat baru, bahkan mungkin sedang berlangsung sekarang. Mereka merujuk pada ANTS, Active Nearside Tectonic System.

Para peneliti percaya bahwa ANTS sebenarnya sudah bergerak miliaran tahun yang lalu dengan tumbukan dahsyat pada sisi jauh Bulan. Dalam studi sebelumnya, Schultz dan rekannya mengusulkan tumbukan ini, membentuk 1500-mile South Pole Aitken Basin, menghancurkan bagian dalam di sisi yang berlawanan, bagian paling dekat yang menghadap Bumi. Magma kemudian mengisi celah-celah tersebut dan mengendalikan pola tanggul yang terdeteksi dalam misi GRAIL. Pegunungan yang meliputi ANTS kini melacak penyesuaian kontinyu sepanjang area tersebut.

“Sepertinya pegunungan menanggapi sesuatu yang terjadi 4,3 miliar tahun yang lalu, ” ucap Schultz. “Tumbukan dahsyat memiliki efek jangka panjang. Bulan memiliki ingatan yang panjang. Apa yang kami lihat di permukaan sekeranag merupakan kesaksian akan ingatannya yang panjang dan rahasia yang masih tersimpan. “

Jurnal Referensi:

P.H. Schultz, A. Valantinas. The origin of neotectonics on the lunar nearsideGeology, 2020; DOI: 10.1130/G47202.1

Tautan ke artikel asli: Research reveals possibly active tectonic system on the Moon / Brown University

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.