Teleskop

Komunitas tunarungu berisiko dikecualikan dari astronomi

Photo by Lucas Pezeta from Pexels

Komunitas tuna rungu berisiko dikecualikan dari aspek sains modern karena jumlah kemajuan baru melampaui perkembangan bahasa isyarat untuk menjelaskannya, ucap seorang peneliti terkemuka.

Dr Olja Panic, seorang astrofisikawan di University of Leeds, berpendapat bahwa tuna rungu adalah yang paling dirugikan dalam ke peluang untuk terlibat dengan ilmu pengetahuan.

Dia memimpin sebuah proyek untuk mengembangkan 50 “tanda” baru yang akan membantu menjelaskan penelitiannya tentang cara sistem planet terbentuk.

Kebanyakan tuna rungu di Inggris menggunakan bahasa isyarat British Sign Language (BSL), yang memiliki sekitar 100 tanda dasar yang menggambarkan konsep astronomi. Tetapi perlu waktu bagi sains baru untuk diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat. Sebagai contoh, lubang hitam telah dibicarakan selama beberapa dekade tetapi hanya dalam beberapa tahun terakhir sebuah tanda telah dibuat untuk menggambarkannya.

Dr Panic mengatakan: “Ketika datang ke astrofisika dan bidang sains lainnya, komunitas tuna rungu menghadapi tantangan yang cukup besar karena bahasa yang memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan astrofisika tidak ada.

“Adalah penting bahwa sains dapat diakses, dan tanda-tanda baru akan memungkinkan para ilmuwan seperti saya untuk melakukan ceramah, kuliah dan lokakarya di mana, dengan bantuan penerjemah bahasa isyarat, saya dapat membagikan penelitian saya.”


Proyek ini didanai oleh Royal Society dan dipimpin oleh University of Leeds.

Profesor Carlos Frenk FRS, ketua komite keterlibatan publik Royal Society, mengatakan: “Proyek inovatif dan menarik ini tidak hanya akan membantu anggota komunitas tuna rungu untuk memperdalam pengetahuan ilmiah mereka sendiri tetapi akan memungkinkan mereka untuk berbagi pengalaman dengan para peneliti. “

“Proyek ini adalah contoh yang bagus tentang bagaimana mempraktikkan salah satu prioritas strategis utama kami: untuk menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan bagi semua orang.”

Pada lokakarya ini, Dr Panic bekerja dengan para ahli bahasa isyarat, ilmuwan tuna rungu, penggemar astronomi dan komunikator sains, untuk merancang lebih dari 50 tanda baru untuk mencakup konsep rumit seperti cakram protoplanet, planet exo-Solar dan teleskop interferometrik.

Membuat tanda untuk menggambarkan astronomi

Gary Quinn adalah ahli bahasa tuna rungu dan bahasa isyarat dari Universitas Heriot-Watt. Dia memimpin diskusi, yang dia anggap menantang.

Bahasa isyarat adalah bahasa yang sangat visual,” ucapnya. “Misalnya ‘burung’ dapat ditampilkan menggunakan jari telunjuk dan ibu jari untuk paruh atau menggunakan dua tangan terbang.

“Tapi istilah yang digunakan dalam astronomi dan astrofisika sangat khusus dan seringkali tidak mudah nyambung dengan gambar visual. Apa yang kami coba lakukan adalah membangun dan memperluas tanda-tanda astronomi yang sudah ada.

Langkah selanjutnya adalah melihat apakah mereka bekerja. Intinya, kita akan menguji coba kegunaannya – apakah orang-orang memahaminya dan dapat dengan mudah diingat. “

Dr Panic berharap bahwa ketika kosakata baru akan memungkinkan anggota komunitas tuna rungu untuk belajar tentang bidang astronomi yang berkembang pesat.

Derek Rowley adalah pengguna bahasa isyarat dan astronom amatir tuna rungu bekerja sebagai koordinator untuk British Deaf Astronomical Association. Dia terlibat dalam merumuskan tanda-tanda baru.

Dia mengatakan: “Ada semakin banyak orang tuna rungu yang memiliki minat profesional atau amatir dalam astronomi. Penting bahwa bahasa isyarat berkembang sehingga orang dapat bergabung dalam diskusi ilmiah penting tentang asal usul alam semesta.

“Memastikan bahasa isyarat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan juga akan memastikan bahwa orang tuna rungu dapat menjadi bagian dari komunitas penelitian ilmiah. Sehingga akan membangkitkan semangat orang-orang tentang keajaiban astronomi. ”

Tautan ke artikel asli: Deaf people at risk of being ‘excluded from astronomy / University of Leeds

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.