Paus

Memantau paus dengan satelit

Photo by ArtHouse Studio from Pexels

Setiap spesies diamati di salah satu daerah agregasi, tempat mereka muncul untuk berkumpul: paus balin di Argentina, paus bungkuk di Hawaii, paus sirip di Suaka Pelagos di Mediterania dan paus abu-abu di lepas pantai Meksiko. Pencitraan satelit turut membantu badan konservasi paus untuk mengidentifikasi 10 populasi utama paus yang sulit dijangkau

Infografis menunjukkan di mana berbagai spesies paus berkumpul di seluruh dunia. ©: Hannah Cubaynes

Penulis utama Hannah Cubaynes, ahli ekologi paus di British Antarctic Survey (BAS) dan University of Cambridge menjelaskan:

“Ini merupakan citra paus paling detil yang ditangkap oleh satelit. Karena mampu menampilkan fitur karakteristik, seperti sirip dan ekor, dengan jelas.”

Paus hidup di semua samudera. Banyak daerah yang sulit diakses oleh kapal atau pesawat, ditambah dengan alat yang terbatas. Dengan mampu melacak paus tanpa bepergian ke daerah-daerah terpencil dan tidak dapat diakses tersebut merupakan cara hemat dan bermanfaat dalam upaya konservasi paus

Studi ini juga menunjukkan beberapa spesies lebih mudah diidentifikasi melalui satelit. Paus sirip dan abu-abu adalah yang paling mudah diidentifikasi karena pewarnaan tubuhnya, yang kontras.

Paus abu-abu terlihat di lepas pantai Meksiko. © DigitalGlobe.

Paus bungkuk dan paus balin sulit dideteksi karena warnanya mirip dengan lingkungan. Terutama, perilaku akrobatik paus bungkuk membuat mereka lebih sulit untuk dilihat karena bentuk tubuhnya menjadi kabur.

Tim mempelajari citra tujuh laut terbuka yang diambil oleh satelit WorldView-3 DigitalGlobe, yang mencakup lebih dari 5.000 km2 – area seukuran wilayah Britania Raya Norfolk atau negara bagian Delaware di AS.

Ahli ekologi paus Dr Jennifer Jackson di BAS, seorang penulis studi, akan memulai ekspedisi ke pulau sub-Antartika Georgia Selatan pada bulan Desember untuk mempelajari paus balin.

“Teknologi baru ini bisa sangat membantu kami menemukan paus dari jarak jauh. Populasi ikan paus yang terancam punah seperti paus sikat Chili-Peru akan terbantu dari pendekatan ini.”

“Proyek saya yaitu mengamati paus balin di sekitar Georgia Selatan, dan memeriksa apakah spesies tersebut telah pulih setelah perburuan paus berakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kematian terlihat di area pembibitan mereka di Peninsula Valdes. Teknologi berbasis satelit terbukti sangat berguna untuk mengukur tren populasi paus seperti paus balin ini di masa depan.”

Jurnal Referensi:

Cubaynes, H.C., Fretwell, P.T., Bamford, C., Gerrish, L. and Jackson, J.A. (2019), Whales from space: Four mysticete species described using new VHR satellite imagery. Mar. Mam. Sci., 35: 466-491. doi:10.1111/mms.12544

Tautan ke artikel asli: Watching whales from space / British Antarctic Survey

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan penerjemahan menjadi tanggungjawab kami.