Siput

Membuka rahasia genomik Scaly-foot Snail

Chong Chen, Katsuyuki Uematsu, Katrin Linse & Julia D. Sigwart / CC BY

Meskipun lingkungannya ekstrim dikarenakan tekanan tinggi, suhu tinggi, keasaman yang kuat dan tingkat oksigen rendah yang menyerupai kondisi di masa pra-sejarah, ventilasi hidrotermal menampung beragam makhluk – Sebagian diantaranya punya potensi besar untuk aplikasi biomedis dan lainnya. Contohnya seperti, Scaly-foot Snail, dikenal juga sebagai “Pangolin Laut”, yang menarik bagi para marine scientist.

Scaly-foot Snail adalah satu-satunya gastropoda yang masih hidup yang memiliki sisik seperti baju besi – fitur yang sangat umum untuk gastropoda selama masa Cambrian lebih dari 540 juta tahun yang lalu. Siput ini juga merupakan satu-satunya organisme di dunia yang diketahui memasukkan besi ke dalam sisik luarnya, dan juga merupakan salah satu dari sepuluh spesies laut yang menakjubkan dalam dekade terakhir (2007-2017). Namun, masih sedikit yang diketahui tentang genom dan morfologinya, karena makhluk ini sangat sulit ditemukan dan dikumpulkan.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Prof QIAN Peiyuan, Chair Professor of HKUST’s Department of Ocean Science and Division of Life Science, berhasil mengumpulkan 20 siput ini di kedalaman 2.900 meter di bawah permukaan laut Samudera Hindia. Ia berkolaborasi dengan para peneliti dari Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC), untuk menganalisis urutan genom siput.

Berbeda dengan ekspektasi banyak ilmuwan bahwa makhluk itu mengandung beberapa gen khusus baru yang menyebabkan morfologi aneh. Tim tersebut sebenarnya menemukan bahwa semua gen siput sudah ada di moluska lain seperti cumi-cumi dan tiram mutiara, dan urutan gen siput hampir tidak berubah sepanjang evolusinya.

25 faktor transkripsi (protein kunci yang mengatur berbagai tingkatan ekspresi gen hilir) yang berkontribusi pada sisik siput dan pembentukan cangkang, juga berkontribusi terhadap pembentukan banyak bagian keras unik lainnya di Mollusca – seperti operkulum di gastropoda, paruh di cumi-cumi, spicule di chiton, atau chaetae di polychaetes.

Meskipun tidak ada gen baru yang teridentifikasi, penelitian kami menawarkan wawasan berharga tentang biomineralisasi – suatu proses di mana pengelompokan, penentuan posisi dan pengalihan kombinasi gen mendefinisikan morfologi suatu spesies.

Mengungkap genom Siput ini membantu kita mengetahui kita mekanisme genetik moluska, meletakkan dasar genetik untuk pengaplikasian. Seperti bagaimana cangkang yang dilapisi besi mereka tahan terhadap pukulan berat, yang dapat memberi kita wawasan tentang cara membuat pelindung yang lebih protektif..

Jurnal Referensi:

Sun, J., Chen, C., Miyamoto, N. et al. The Scaly-foot Snail genome and implications for the origins of biomineralised armour. Nat Commun 11, 1657 (2020). https://doi.org/10.1038/s41467-020-15522-3

Tautan ke artikel asli: HKUST Researchers Unlock Genomic Secrets of Scaly-foot Snail / The Hong Kong University of Science and Technology

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan penerjemahan menjadi tanggungjawab kami.