Bakteri Mulut

Meneliti mikroba resisten di mulut

Photo Credit:Content Providers(s): Streptococcus mutansTranswiki approved by: w:en:User:Dmcdevit / Public domain

Resistensi antibiotik telah menjadi banyak perbincangan publik dan peneliti selama dua dekade terakhir. Sebaliknya, resistensi terhadap antiseptik, disinfektan yang bekerja secara lokal, kurang mendapat perhatian. Para ilmuwan kini sedang menyelidiki bagaimana resistensi semacam itu berkembang pada karies patogen Streptococcus mutans dan mengapa hal ini juga dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Para peneliti akan menggunakan spesies bakteri dan sampel pasien pilihan untuk menyelidiki bagaimana mikroorganisme flora mulut bereaksi dengan antiseptik mulut chlorhexidine. Peneliti juga akan menerima dana sebesar 664.000 euro dari German Research Foundation untuk tiga tahun ke depan.

Karies Resistenzentwicklung Ukf-800px
Penyebab utama karies, Streptococcus mutans, juga dapat mengembangkan resistensi terhadap antiseptik chlorhexidine.
© Universitätsklinikum Freiburg

“Kami ingin memahami apakah dan bagaimana bakteri mulut mengembangkan resistansi terhadap chlorhexidine. Kami akan mengamati materi genetik serta perubahan metabolisme bakteri.” ucap Dr. Fabian Cieplik. chlorhexidine banyak digunakan dan populer di dunia kedokteran gini Antiseptik juga digunakan secara intensif di bidang medis lainnya. “Salah satu pertanyaan dari proyek ini adalah apakah obat kumur berbasis chlorhexidine juga dapat berkontribusi pada pengembangan resistensi,” tambah Al-Ahmad.

Apakah resistensi terhadap antibiotik adalah akibat dari seringnya penggunaan chlorhexidine?

Kedua kelompok penelitian akan menggunakan metode berbeda untuk menyelidiki apakah resistensi terhadap chlorhexidine juga berhubungan dengan resistensi terhadap antibiotik, yang disebut resistensi silang. “Tujuannya adalah untuk dapat membedakan secara spesifik di masa depan mana antiseptik yang baik dan kapan alternatif lebih baik digunakan.” jelas Cieplik.

Ukr Cieplik Fabian 2019 800px
PD Dr. Fabian Cieplik
© UKR/Klaus Völcker

Pemeriksaan sampel dari pasien yang dirawat secara intensif

Selain itu, tes genetik khusus, shotgun metagenome analysis, digunakan untuk menentukan apakah komposisi seluruh bakteri mulut berubah dibandingkan dengan chlorhexidine pada pasien yang harus menggunakan antiseptik dalam jangka waktu yang lebih lama karena operasi mulut.

Tautan ke artikel asli: Resistente Mikroben im Mund erforschen / Universität Regensburg

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan penerjemahan menjadi tanggungjawab kami.