Patung

Menyelidiki teknik pengecoran perunggu kuno

Proyek penggalian yang dilakukan oleh arkeolog KU di kota metropolis kuno Jerash (Yordania), yang didanai € 300.000, oleh German Research Foundation (DFG) diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang teknik produksi patung perunggu. Para peneliti akan menyelidiki bengkel dari zaman Romawi. Ekskavasi dilakukan oleh Guru Besar Arkeologi Klasik KU (Jun.-Prof. Dr. Nadin Burkhardt) dan dipimpin oleh Prof. em. Dr. Gerhard Zimmer bekerja sama dengan Prof. Dr. Thomas Weber (German Jordanian University, Amman) dan Prof. em. Dr. Jacques Seigne, yang memimpin Mission archéologique francaise de Proche Orient syang kin menjadi penasihat proyek. Riset pendahuluan sudah dilakukan pada 2017 dan 2018 berkat dukungan dari Gerda Henkel Foundation. Pekerjaan penggalian untuk proyek ini direncanakan berjalan pada tahun 2020 hingga 2022.

An experimental recast of the sculpture “Betender Knabe” was produced in connection with an earlier project of the Professorship of Archaeology and the RWTH Aachen. Before the recast, the researchers had made a clay casting mold for the sculpture. (Photo: Zimmer/Laurentius).
Recast eksperimental patung “Betender Knabe” diproduksi pada proyek sebelumnya dari Profesor Arkeologi dan RWTH Aachen. Sebelum dilakukan recast, para peneliti telah membuat cetakan pengecoran tanah liat untuk pembuatan patung tersebut. (Foto: Zimmer / Laurentius).

Meneliti teknik pengecoran perunggu Yunani telah menjadi salah satu area fokus dari Guru Besar Arkeologi Klasik di KU selama bertahun-tahun. Dalam penelitiannya, Chair berkonsentrasi pada sisa-sisa bengkel patung-patung dibuat dari perunggu, seperti misalnya Riace Warriors yang terkenal.

“Patung-patung itu dibuat dengan proses yang sangat rumit: dibentuk dari lilin baik sebagian atau seluruhnya, kemudian dilapisi dengan tanah liat dan dibakar di dalam lubang. Setelah itu cetakan diisi dengan logam cair. Setelah cangkang mendingin, kemudian dihancurkan untuk mendapatkan raw casting” jelas Professor Zimmer. Limbah dari pekerjaan itu memberi kita wawasan tentang bagaimana proses itu terus dikembangkan lebih jauh dari zaman Homer hingga Alexander Agung, yang akan membuka jalan baru mengenai bentuk dan desain bagi para seniman. Teknik ini diteliti secara rinci pada proyek sebelumnya oleh Profesor Zimmer dan Foundry Institute dari RWTH Aachen selama recasting eksperimental ‘Praying boy’.

Prof. Dr. Gerhard Zimmer (left) and Prof. Dr. Thomas Weber with a French colleague while carrying out preliminary research in Jerash, Jordan. (Photo: Zimmer)
Prof. Dr. Gerhard Zimmer (kiri) dan Prof. Dr. Thomas Weber bersama seorang kolega Prancis saat melakukan penelitian pendahuluan di Jerash, Yordania. (Foto: Zimmer)

Meskipun ada banyak patung perunggu dari zaman Romawi, kami tidak dapat menemukan bengkel kerajinan yang sangat terspesialisasi ini dari periode tersebut hingga hari ini. Tapi berkat penggalian yang dipimpin oleh Jacques Seigne di Jerash, Yordania, bengkel besar temukan didekat Kuil Jupiter.” ucap arkeologis. Lubang dengan bekas pembakaran dan bagian dari cetakan besar serta fragmen tungku peleburan dan nozel di bawahnya berasal dari pengecoran patung dewa monumental yang dimaksudkan untuk kuil yang baru dibangun pada abad kedua Masehi. Posisi di mana instalasi ditemukan menunjukkan bahwa bengkel tersebut terletak di aula besar yang runtuh saat terjadi gempa bumi pada zaman Arab awal. Tujuan penggalian ini yaitu untuk mengungkap aula, melihat kembali proses yang dikerjakan di bengkel dan teknik kerajinan ini dari zaman Romawi dengan menggunakan hasil karya sebagai referensi dan untuk mencari perbedaan dengan teknik sebelumnya yang digunakan di Yunani. .

Tautan ke artikel asli: Archaeologists investigate ancient bronze casting techniques / Katholische Universität Eichstätt-Ingolstadt

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan penerjemahan menjadi tanggungjawab kami.