Manajer

Middle manager yang buruk hanyalah cerminan dari bos mereka

Photo by Miguel Á. Padriñán from Pexels

“Perlakuan manajer menengah terhadap karyawan mencerminkan bagaimana bos memperlakukan mereka “ jelas Ray Friedman, Brownlee O. Currey Professor of Management di Vanderbilt Owen Graduate School of Management.

Studi sebelumnya menemukan bahwa pergantian karyawan yang tinggi menurunkan kepuasan pelanggan. Selain itu tingkat kepuasan dengan penyelia adalah prediktor yang dapat diandalkan dari niat berpindah.

Manajer menengah membutuhkan panutan

Para penulis percaya bahwa panutan adalah inti dari masalah ini.

Jika suatu organisasi ingin mengatasi masalah terkait dengan sikap kerja karyawan, organisasi harus mengatasi perilaku dan sikap kerja dari atas ke bawah. “ ucap Friedman. “Fokusnya tidak hanya pada karyawan dan manajer mereka, tetapi juga pada sinyal yang diberikan oleh manajer senior setiap hari saat mereka berinteraksi dengan bawahan manajer menengahnya.”

Dalam sebuah penelitian terhadap 1.527 karyawan di 94 hotel di Amerika Serikat dan Kanada, Friedman dan rekannya Ying Chen, asisten profesor di School of Labor and Employment Relations di University of Illinois di Urbana-Champaign, dan Tony Simons, associate professor di Cornell University School of Hotel Administration, menemukan bahwa “Kepuasan ‘manajer menengah’ dengan manajer senior mereka berhubungan positif dengan kepuasan karyawan lini dengan manajer menengah.”

Jadi, ketika manajer menengah tidak memiliki hubungan kerja yang baik dengan bos mereka, efeknya dirasakan karyawan yang dikelola manajer menengah, yang menyebabkan beberapa karyawan berhenti.

“Meskipun kurangnya kontak langsung antara manajer senior dan karyawan lini, manajer senior dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap karyawan lini tersebut, ” jelas Friedman.

Manajer wanita paling terpengaruh

Efeknya bahkan lebih kuat bagi manajer wanita, menurut studi.

Ketika efek trickle down bersifat umum, mungkin ada subkelompok yang sangat dipengaruhi oleh dinamika trickle down dan kami telah mengidentifikasi manajer menengah perempuan sebagai kelompok yang paling terpengaruhi oleh efek trickle down, ” jelas Friedman.

Meskipun mereka berteori bahwa hasil penelitian akan berlaku untuk industri selain bisnis hotel, penulis penelitian meminta studi lebih lanjut untuk mengkonfirmasi keyakinan itu.

Jurnal Referensi:

Ying Chen, Ray Friedman, Tony Simons. The gendered trickle-down effectCareer Development International, 2014; 19 (7): 836 DOI: 10.1108/CDI-02-2014-0031

Tautan ke artikel asli: Study: Bad middle managers are just a reflection of their bosses / Vanderbilt University

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.