Kura-kura

Penemuan fosil kura-kura primitif baru dari Zaman Kapur

Photo by David Dibert from Pexels

Kura-kura primitif ini dilaporkan berasal dari tambang batu bara Santa María de Ariño di Teruel, yang terkenal dengan catatan fosilnya yang sangat bagus. Beberapa spesies baru dinosaurus dan buaya sebelumnya ditemukan di sana, seperti kura-kurang air tawar kecil, Toremys. Namun, keberadaan kura-kura darat primitif besar belum pernah dilaporkan di kawasan fosil tersebut. ” Beberapa penemuan di kota Teruel ini, memberi wawasan tentang dinosaurus dan fauna vertebrata lainnya yang kurang dikenal dari akhir zaman Kapur, Penemuan kura-kura darat baru, dapat menjelaskan seperti apa ekosistem yang didominasi reptil itu seperti di Teruel.” Jelas peneliti

Catatan fosil kura-kura Spanyol adalah salah satu yang paling melimpah dan beragam di benua Eropa. Di antara berbagai kura-kura yang diidentifikasi di Spanyol, keberadaan kura-kura primitif juga ditemukan di sana. Selama hampir satu abad, fragmen kura-kura ini telah diketahui berasal dari zaman Kapur Akhir, sekitar 125 juta tahun yang lalu. Akan tetapi, pengetahuan tentang reptilia ini sangat langka, karena catatan yang terbatas. Kura-kura basal Spanyol ini punya hubungan dengan Helochelydridae, yang garis keturunannya seperti di Eropa (terutama di Inggris Raya) dan di Amerika Utara, kemudian dua kelompok terisolasi ketika mereka mulai terpisah selama masa Jurassic. Terlepas dari penyebaran geografis kelompok yang luas, situs dengan fosil kura-kura yang terawat baik ini sangat langka. Oleh karena itu, penemuan baru di Spanyol ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang kura-kura primitif tersebut.

Foto
Rekonstruksi Aragochersis, oleh Fundación Conjunto Paleontológico de Teruel-Dinópolis ©UNED

“Kura-kura adalah kelompok reptilia khusus, yang penampilannya sangat berbeda dari hewan lain. Karena ia hampir tidak berubah dari waktu ke waktu. Namun, selama lebih dari 220 juta tahun evolusi, kelompok reptil ini telah mengalami modifikasi. Faktanya, meskipun beberapa spesies yang hidup berdampingan dengan dinosaurus tampak mirip dengan beberapa kura-kura zaman modern, lainnya sangat berbeda. Beberapa kura-kura primitif cukup menonjol, karena hidup di darat, berukuran relatif besar, dengan cangkang lebih dari 60 cm. Kura-kura ini belum mengembangkan kemampuan untuk menarik kembali ekor, kaki atau leher mereka ke dalam cangkangnya, sehingga ia berlindung dari pemangsa dilakukan dengan cara yang berbeda: salah satu daerah anatomisnya ditutupi oleh struktur yang kaku, berujung seperti paku, yang dijadikannya sebagai cangkang pelindung.”, jelas Perez Garcia

Foto
Gambar kiri: Daerah punggung (kiri) dan perut (kanan) karapas holotipe (spesimen referensi) kura-kura Aragochersis primitif yang baru.
Gambar kanan: Bagian kerangka holotipe (spesimen referensi) kura-kura Aragochersis primitif rapas dan beberapa tulang belakang dan tungkai ©UNED

Jurnal Referensi:

A. Pérez-García, E. Espílez, L. Mampel, L. Alcalá, A new basal turtle represented by the two most complete skeletons of Helochelydridae in Europe, Cretaceous Research, Volume 107, 2020, 104291, ISSN 0195-6671, https://doi.org/10.1016/j.cretres.2019.104291.

Tautan ke artikel asli: Un equipo de investigación liderado por la UNED describe una nueva tortuga primitiva del Cretácico de España / Universidad Nacional de Educación a Distancia

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan penerjemahan menjadi tanggungjawab kami.