Henneguya zschokkei

Penemuan hewan unik yang bernafas tanpa oksigen

Michal Maňas / CC BY

Para peneliti di Tel Aviv University (TAU) menemukan hewan yang bernapas tanpa oksigen. Temuan ini mengubah salah satu asumsi sains tentang dunia hewan.

Studi ini diterbitkan pada tanggal 25 Februari di PNAS oleh para peneliti TAU yang dipimpin oleh Prof. Dorothee Huchon dari School of Zoology di Faculty of Life Sciences TAU dan Steinhardt Museum of Natural History.

Henneguya salminicola, parasit kecil dengan jumlah sel kurang dari 10 ini, hidup dalam otot salmon. Seiring ia berevolusi, hewan, yang merupakan kerabat myxozoan dari ubur-ubur dan karang, berhenti bernapas dan mengonsumsi oksigen untuk menghasilkan energi.

Respirasi aerobik dianggap ada di mana-mana pada hewan, tetapi sekarang kami mengkonfirmasi bahwa ini tidak soal” jelas Prof. Huchon “Penemuan kami menunjukkan bahwa evolusi dapat berjalan ke arah yang aneh. Pernafasan aerobik adalah sumber energi utama, namun kami menemukan seekor binatang yang melepaskan jalur kritis ini.”

Beberapa organisme lain seperti jamur, amuba atau silsilah silia dalam lingkungan anaerob kehilangan kemampuan untuk bernapas dari waktu ke waktu. Studi baru menunjukkan bahwa hal yang sama dapat terjadi pada hewan – mungkin karena parasit tersebut hidup di lingkungan anaerob.

Genomnya diurutkan, bersama dengan parasit ikan myxozoan lainnya, sebagai bagian dari penelitian yang didukung oleh US-Israel Binational Science Foundation dan dilakukan dengan Prof. Paulyn Cartwright dari University of Kansas, dan Prof. Jerri Bartholomew dan Dr. Stephen Atkinson dari Oregon State University.

Sifat anaerob parasit merupakan penemuan yang tidak disengaja. Saat menyusun genom Henneguya, Prof. Huchon menemukan bahwa ia tidak memiliki genom mitokondria. Mitokondria adalah pembangkit tenaga sel dimana oksigen ditangkap untuk menghasilkan energi, sehingga ketidakhadirannya mengindikasikan bahwa hewan tersebut tidak menghirup oksigen.

Masih ada perdebatan mengenai kemungkinan bahwa organisme milik kerajaan hewan dapat bertahan hidup di lingkungan anaerob. Asumsi bahwa semua hewan menghirup oksigen didasarkan, antara lain, hewan merupakan multiseluler, sangat maju, yang pertama kali muncul di Bumi ketika kadar oksigen naik.

“Belum jelas bagi kami bagaimana parasit menghasilkan energi,” ucap Prof. Huchon. “Mungkin mengambil dari sel-sel ikan di sekitarnya, atau mungkin memiliki jenis respirasi yang berbeda seperti pernapasan bebas oksigen, yang biasanya menjadi ciri organisme non-hewan anaerob.”

Menurut Prof. Huchon, penemuan ini memiliki makna yang sangat besar bagi penelitian evolusi.

“Secara umum diperkirakan bahwa selama evolusi, organisme menjadi semakin kompleks, dan organisme bersel tunggal atau beberapa sel sederhana adalah nenek moyang organisme kompleks,” simpulnya “Tapi di sini, ada hewan yang proses evolusionernya bertolak belakang. Hidup di lingkungan yang bebas oksigen, ia melepaskan gen yang tidak perlu yang bertanggung jawab untuk respirasi aerobik dan menjadi organisme yang bahkan lebih sederhana.”

Jurnal Referensi:
A cnidarian parasite of salmon (Myxozoa: Henneguya) lacks a mitochondrial genome. Dayana Yahalomi, Stephen D. Atkinson, Moran Neuhof, E. Sally Chang, Hervé Philippe, Paulyn Cartwright, Jerri L. Bartholomew, Dorothée Huchon. Proceedings of the National Academy of Sciences Feb 2020, 201909907; DOI: 10.1073/pnas.1909907117

Tautan ke artikel asli: TAU Researchers Discover Unique Non-Oxygen Breathing Animal / Tel Aviv University (TAU)

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.