HIV

Pertama kalinya, Peneliti mampu memberantas HIV dari hewan

Pencapaian ini tidak mungkin terjadi tanpa upaya tim yang luar biasa dari ahli virologi, imunologi, biologi molekuler, farmakologi, dan ahli farmasi.” ucap Howard Gendelman, M.D., Margaret R. Larson, Professor of Infectious Diseases and Internal Medicine, chair of the Department of Pharmacology and Experimental Neuroscience serta director of the Center for Neurodegenerative Diseases di UNMC. “Dengan pengumpulan sumber daya kami dapat membuat penemuan inovatif ini.”

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan untuk menekan replikasi HIV dan terapi penyuntingan gen, bila diberikan secara berurutan, dapat menghilangkan HIV dari sel dan organ hewan yang terinfeksi.” jelas Kamel Khalili, Ph.D., Laura H. Carnell Professor dan chair of the Department of Neuroscience, director of the Center for Neurovirology, serta direktur Comprehensive NeuroAIDS Center di LKSOM.

Pengobatan HIV saat ini berfokus pada penggunaan terapi antiretroviral (ART). ART menekan replikasi HIV tetapi tidak menghilangkan virus dari tubuh. Oleh karena itu, ART bukanlah obat untuk HIV, dan perlu digunakan seumur hidup. Jika dihentikan, HIV akan pulih kembali, memperbaharui replikasi dan memicu perkembangan AIDS. Peningkatan kembali HIV secara langsung dikaitkan dengan kemampuan virus untuk mengintegrasikan urutan DNA-nya ke dalam genom sel sistem imun, di mana virus itu tidak aktif dan di luar jangkauan obat antiretroviral.

Dalam penelitian sebelumnya, tim Dr. Gendelman menggunakan strategi terapeutik long-acting slow-effective release (LASER) ART yang dikembangkan bersama oleh Benson Edagwa, Ph.D., asisten profesor farmakologi di UNMC. Tim Dr. Khalili menggunakan teknologi CRISPR-Cas9 untuk mengembangkan pengeditan gen baru dan sistem pengiriman terapi gen yang bertujuan untuk menghilangkan DNA HIV dari genom yang menyimpan virus. Pada tikus, mereka menunjukkan bahwa sistem pengeditan gen dapat secara efektif mengeluarkan fragmen besar DNA HIV dari sel yang terinfeksi, yang memengaruhi ekspresi gen virus. Mirip dengan ART, bagaimanapun, penyuntingan gen tidak dapat sepenuhnya menghilangkan HIV dengan sendirinya.

Pada penelitian ini, Dr. Gendelman dan timnya menggabungkan strategi ART LASER dengan sistem penyuntingan gen.

LASER ART menargetkan perlindungan virus dan mempertahankan replikasi HIV di tingkat rendah untuk jangka panjang, mengurangi frekuensi pemberian ART. Pengobatan jangka panjang dimungkinkan oleh perubahan farmakologis dalam struktur kimia obat antiretroviral. Obat yang dimodifikasi itu dikemas menjadi nanocrystals, yang siap didistribusikan ke jaringan di mana HIV kemungkinan besar tidak aktif. Dari sana, nanocrystals, disimpan di dalam sel selama berminggu-minggu, dan perlahan melepaskan obat.

Dr. Khalili berkata, “Kami ingin melihat apakah ART LASER dapat menekan replikasi HIV cukup lama agar CRISPR-Cas9 benar-benar membersihkan sel DNA virus.”

Untuk menguji ide ini, para peneliti menggunakan tikus yang direkayasa untuk menghasilkan sel T manusia yang rentan terhadap infeksi HIV, memungkinkan infeksi virus jangka panjang dan latensi akibat ART. Setelah diinfeksi, tikus diobati dengan LASER ART dan kemudian dengan CRISPR-Cas9. Di akhir masa pengobatan, tikus diperiksa untuk mengetahui viral load. Analisis mengungkapkan penghapusan seluruh DNA HIV pada sekitar sepertiga dari tikus yang terinfeksi HIV.

“Informasi dari penelitian ini yaitu dibutuhkan CRISPR-Cas9 dan penekanan virus melalui metode seperti LASER ART, untuk menghasilkan obat untuk infeksi HIV.” jelas Drs. Gendelman dan Khalili dalam statementnya “Kami kini memiliki jalan untuk maju ke uji coba pada primata non-manusia dan mungkin uji klinis pada pasien manusia dalam tahun ini.”

Kemampuan untuk mengeluarkan DNA HIV-1 dari genom hewan yang terinfeksi bergantung pada kemampuan LASER ART untuk secara maksimal membatasi infeksi yang sedang berlangsung. Konsep penggabungan kedua modalitas ini memberikan jalan menuju studi masa depan pada manusia.” jelas Dr. Gendelman

Jurnal Referensi: Dash, P.K., Kaminski, R., Bella, R. et al. Sequential LASER ART and CRISPR Treatments Eliminate HIV-1 in a Subset of Infected Humanized Mice. Nat Commun 10, 2753 (2019). https://doi.org/10.1038/s41467-019-10366-y

Tautan ke artikel asli: For first time ever, researchers able to eliminate HIV from animal / University of Nebraska Medical Center

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan penerjemahan menjadi tanggungjawab kami.