Satelit Jason

Proyek kerjasama untuk memonitor laut di bumi

© EUMETSAT

Lembaga-lembaga Eropa dan Amerika Serikat bekerja bersama untuk memastikan para ilmuwan iklim dan pembuat kebijakan memiliki akses ke data akurat dan dapat diverifikasi yang menjadi dasar kebijakan mitigasi dan adaptasi di masa depan.

Laporan IPCC

IPCC adalah badan PBB dengan 195 negara anggota. Pada Special Report on the Ocean and Cryosphere in a Changing Climate menetapkan skenario-skenario nyata tentang bagaimana perubahan iklim berdampak pada lautan “bumi”.

Di antara banyak temuannya, laporan itu menyatakan bahwa hampir pasti bahwa permukaan laut rata-rata global akan terus meningkat sepanjang abad ke-21 dan seterusnya. Selain itu, ditemukan bahwa tingkat kenaikan permukaan laut sangat mungkin lebih cepat daripada abad sebelumnya.

Penulis laporan mengandalkan banyak penelitian dan sumber data untuk sampai pada kesimpulannya.

Di antara sumber tersebut adalah data dari misi gabungan Eropa-Amerika Serikat Jason high-precision satellite altimetry missions

Menuju era copernicus sentinel-6

Badan-badan Eropa dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan generasi berikutnya dari misi altimetri ini, yaitu Copernicus Sentinel-6. Satelit Sentinel-6 pertama dijadwalkan diluncurkan pada akhir 2020.

“Kerja sama antara Eropa dan Amerika Serikat selama lebih dari 30 tahun mendukung misi Jason, yang telah memberikan data penting untuk memahami perubahan iklim kita, serta untuk prakiraan cuaca,” ucap Kepala Strategi, Komunikasi dan Hubungan Internasional EUMETSAT Paul Counet.

img_sentinel_6_pre
Pesawat ruang angkasa Copernicus Sentinel-6 di Airbus clean room di Friedrichshafen © EUMETSAT

Faktanya, data altimetri Jason digunakan secara luas dalam laporan khusus IPCC.

“Misi Copernicus Sentinel-6 melanjutkan asosiasi internasional yang kooperatif karena kita sekarang memasuki era konsekuensi dan tanggung jawab dalam hal perubahan iklim.”

Mengukur kenaikan permukaan laut

Manajer Program EUMETSAT Copernicus Sentinel-6 Manfred Lugert mengatakan misi tersebut akan memberikan data altimetri laut yang sangat akurat yang diperlukan untuk memantau kenaikan permukaan laut rata-rata di masa depan.

Copernicus Sentinel-6 akan menjadi misi referensi untuk misi altimetri laut lainnya,” jelas Lugert. “Artinya misi altimetri satelit lembaga lain akan melakukan kalibrasi silang pengukuran mereka terhadap Sentinel-6 untuk memastikan keakuratannya.”

Rata-rata kenaikan permukaan laut adalah indikator dan konsekuensi dari perubahan iklim.

“Penyediaan data yang sangat akurat sangat penting untuk mengembangkan kebijakan mitigasi dan adaptasi, serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang perubahan iklim,” ucap Lugert.

“Untuk mendeteksi dan memantau perubahan iklim, diperlukan serangkaian data homogen yang lama.”

img_sla-giac-global
Gambar di atas menunjukkan seri waktu permukaan laut altimeter turunan dari 12 misi altimeter yang berbeda, di mana enam diantaranya masih beroperasi © EUMETSAT


Sejarah altimetri laut presisi tinggi

Seri waktu data altimetri laut presisi tinggi dimulai pada tahun 1992 dengan peluncuran misi TOPEX / Poseidon (1992-2006) dan dilanjutkan oleh Jason-1 (2001-2013), Jason-2 (diluncurkan pada 2008), dan Jason-3 (diluncurkan pada 2016).

Misi Copernicus Sentinel-6 akan memastikan deret waktu setidaknya hingga 2030, melalui dua satelit berturut-turut, Sentinel-6A dan -6B.

Kerjasama Eropa-AS

Lugert mengatakan misi Copernicus Sentinel-6 adalah kemitraan antara EUMETSAT, the European Commission, the European Space Agency (ESA), NASA dan the US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

EUMETSAT akan mengoperasikan satelit dan memproses serta menyebarluaskan data altimetri,” ucap Lugert. “Tapi misi ini dapat berjalan dengan kontribusi masing-masing mitra.”

Kemitraan internasional di balik proyek ini melibatkan NASA dan Badan Antariksa Prancis CNES, melalui misi TOPEX-Poseidon. NOAA dan EUMETSAT terlibat ketika misi memperoleh status operasional dengan Jason-2.

Misi Jason-3 juga melibatkan Uni Eropa, yang mendanai operasinya di Eropa melalui program pengamatan Bumi Copernicus. ESA juga berkontribusi secara finansial untuk misi Jason-3.

Komisi Eropa, EUMETSAT dan ESA ikut membiayai misi Copernicus Sentinel-6. ESA mengelola pengembangan pesawat ruang angkasa, yang sedang dibangun oleh Airbus.

NASA bertanggung jawab untuk menyediakan layanan peluncuran untuk satelit serta tiga instrumen muatan, dan akan mendukung operasi dan pemrosesan data instrumen tersebut.

NOAA menyediakan stasiun untuk down-linking data dan bertanggung jawab untuk menyebarluaskan data ke pengguna AS.

Melihat ke depan

Temuan-temuan dari laporan khusus IPCC memperkuat pentingnya misi Copernicus Sentinel-6.

Copernicus Sentinel-6A dijadwalkan diluncurkan dengan roket SpaceX dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California pada November 2020.

EUMETSAT akan memberikan berita dan pembaruan rutin pada halaman internet Copernicus Sentinel-6

Project Scientist dari EUMETSAT Copernicus Sentinel-6, Remko Scharroo mengatakan misi altimeter satelit lainnya, selain seri TOPEX dan Jason, telah berkontribusi pada pemantauan kenaikan permukaan laut dari ruang angkasa.

Bersama-sama, mereka melukiskan gambaran kenaikan permukaan laut rata-rata sekitar 3,1 mm per tahun,” jelas Scharroo.

“Sekitar sepertiga sekarang dapat dihubungan dengan perluasan lautan dengan memanaskan dan dua pertiga lainnya dari penambahan air melalui pencairan gletser dan peningkatan limpasan.”

Selain itu, kita melihat beberapa variasi dekadal, yang sebagian besar dapat dikaitkan dengan fenomena laut seperti El Nino.”

Tautan ke artikel asli: COPERNICUS SENTINEL-6 – A COOPERATIVE PROJECT TO MONITOR EARTH’S OCEANS / EUMETSAT

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.