Sedimen

Sedimen dapat mengendalikan lokasi dan besarnya gempa

MagentaGreen / CC BY-SA

Gempa bumi paling kuat di dunia terjadi di zona subduksi, daerah di mana sejumlah besar tekanan menumpuk ketika satu lempeng tektonik bertumbuk. Tekanan ini dapat menyebabkan “gempa besar” seperti kejadian di Tohoku 9,0 Mw 2011, yang menewaskan hampir 16.000 orang dan melumpuhkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Dai-ichi Jepang. Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Geology menunjukkan bahwa sedimen dapat memainkan peran kunci dalam menentukan besarnya dan lokasi peristiwa bencana ini.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Gou Fujie, seorang ilmuwan senior di Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology, menggunakan tiga metode geofisika untuk menggambarkan sedimen subduksi di lempeng timur laut Jepang, tempat peristiwa Tohoku terjadi. Temuan menunjukkan bahwa variasi yang disebabkan oleh batuan vulkanik yang masuk ke dalam sedimen ini secara signifikan dapat mempengaruhi sifat gempa bumi zona subduksi.

“Pencitraan kami menunjukkan bahwa jumlah besar pergerakan yang terjadi selama gempa bumi Tohoku 2011 berhenti di daerah sedimen tipis yang baru saja mulai menujam”, ucap Fujie. “Hasil ini menunjukkan bahwa dengan mengganggu lapisan sedimen lokal, aktivitas vulkanik yang terjadi sebelum subduksi dapat mempengaruhi ukuran dan distribusi gempa bumi interplate setelah lapisan-lapisan tersebut mengalami subduksi.”

Para peneliti pertama mulai mencurigai bahwa variasi dalam sedimen subduksi dapat mempengaruhi gempa besar setelah peristiwa Tohoku 2011, ketika pengeboran internasional di busur timur laut Jepang menunjukkan bahwa jumlah besar pergerakan selama gempa terjadi dalam lapisan licin, kaya tanah yang terletak di dalam sedimen subduksi. Untuk lebih memahami sifat lempengan yang turun di wilayah ini, tim Fujie menggabungkan beberapa teknik pencitraan untuk melukiskan gambaran yang lebih jelas tentang struktur subseafloor.

Para peneliti menemukan “variasi regional yang luar biasa” dalam sedimen di atas lempeng yang turun, bahkan di mana topografi dasar laut tampak datar. Ada tempat, jelasnya, di mana lapisan sedimen tampak sangat tipis karena adanya aliran lava kuno atau batuan vulkanik lainnya. Rembesan vulkanik ini telah sangat terganggu, dan di tempat-tempat termal berubah, lapisan tanah liat di mana banyak pergerakan seismik terjadi.

Karena jenis vulkanisme yang menyebabkan penipisan sedimen di lempeng timur laut Jepang juga telah ditemukan di banyak daerah, ucap Fujie, penelitian menunjukkan penipisan seperti itu ada di mana-mana — dan bahwa jenis aktivitas vulkanik ini juga mempengaruhi peristiwa seismik lainnya. “Variasi regional dalam sedimen di atas lempeng samudera yang turun tampaknya sangat mempengaruhi gempa bumi zona subduksi yang menghancurkan,” simpulnya

Jurnal Referensi:

Seiichi Miura, Ingo Grevemeyer, Martin Thorwart, Anke Dannowski, Jason P. Morgan, Yasuyuki Nakamura, Shuichi Kodaira, Gou Fujie. Spatial variations of incoming sediments at the northeastern Japan arc and their implications for megathrust earthquakesGeology, 2020; DOI: 10.1130/G46757.1

Tautan ke artikel asli: Sediments May Control Location, Magnitude of Megaquakes / The Geological Society of America

Diterjemahkan oleh saintifia dengan seizin dari yang bersangkutan, segala kesalahan translasi menjadi tanggungjawab kami.